Pandemi COVID-19 berdampak yang luar biasa dalam banyak aspek kehidupan masyarakat, penghidupan, serta mempengaruhi institusi pembangunan, termasuk Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) yang ada di Indonesia. Kebijakan pemerintah untuk mengurangi risiko penyebaran virus juga berdampak besar terhadap cara bekerja OMS baik dalam implementasi program maupun aspek kelembagaan lainnya.

Dalam menanggapi tantangan besar yang dihadapi oleh OMS akibat perubahan yang terjadi sebagai dampak dari pandemi Covid-19, Yayasan Penabulu melalui dukungan pendanaan dari The David and Lucile Packard Foundation memprakarsai program yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas OMS. Program dukungan peningkatan kapasitas bagi organisasi masyarakat sipil dilakukan secara daring melalui sebuah platform yaitu lingkarmadani.org. Strategi pengembangan kapasitas mitra akan disesuaikan dengan kebutuhan dari 45 lembaga mitra Packard Foundation Indonesia yang akan diberikan melalui mekanisme daring yang aman, seperti melalui web-seminar (Diskusi), pelatihan khusus untuk kelompok sasar yang berbeda, serta pendampingan untuk masing-masing lembaga mitra.

Salah satu keahlian atau kapasitas esensial bagi OMS dalam beradaptasi dengan situasi pandemi adalah digital learning yang memungkinkan OMS untuk melakukan pendekatan dan berproses dengan cara baru yang lebih efektif dalam kerja-kerja sosial pembangunan. Oleh karena itu, Yayasan Penabulu bersama Saraswati, perusahaan yang bergerak di bidang inovasi pembangunan, menyelenggarakan rangkaian Diskusi dan Pelatihan Digital Learning dengan memperkenalkan pendekatan Human-Centered Design (HCD) dan lebih jauh memahami serta menggunakan platform daring kolaboratif.

Diskusi ini bertujuan untuk memperkenalkan konsep atau pendekatan Human-Centered Design, platform daring kolaboratif (miro, MURAL, Jamboard), dan contoh produk hasil solusi (Lingkar Madan) sebagai bagian dari pembelajaran digital.