(021) 78848321 / e-learning@penabulu.id

MENU

Pelatihan

Memahami Lanskap Media Sosial dan Pemasaran Melibatkan Influencer dan Komunitas

Pada Rabu pagi yang bersiul, kata “tujuan” menjadi kunci dalam memulai setiap kegiatan. Akankah harimu terus cerah dari pagi sampai malam, atau berantakan karena organisasi kamu belum mengetahui tujuan komunikasi kampanyemu. Dyah Ayu Arini, satu dari pembicara pelatihan kali ini mengatakan tujuan dari komunikasi bukan hanya tentang meningkatkan kesadaran atau edukasi, tapi bisa juga provokasi.

Setelah tujuan, penting untuk mengenal audiens, apakah pelajar sekolah, orang kantoran, atau Ibu rumah tangga. Kamu dapat melihat platform media sosial apa yang mereka gunakan, TikTok, YouTube, Instagram, atau Facebook?

Memahami Lanskap Media Sosial

Masing-masing platform media sosial mempunyai format dan fitur yang berbeda. Dari sini, kamu akan mengetahui cara kelola dan mengukur jangkauan, seperti reach dan engagement.

Yang dimaksud dengan “reach” adalah jumlah audiens yang melihat konten, entah itu follower kamu atau non-follower. Ukuran reach tidak hanya dihitung dari audiens yang melihat konten di platform yang kamu gunakan. Ketika kamu atau orang lain membagikan konten tersebut di platform lain, berarti jangkauannya bertambah.

Ketika konten kamu banyak yang like, saved, atau dikomentari, di situlah engagement (interaksi) terjadi, dan akan terbaca oleh algoritma. Lalu, algoritma akan menaikkan konten kamu agar semakin luas reach dan engagement-nya.

Bagaimana konten meraih reach dan engagement sesuai dengan target kampanyemu?

Influencer, Key Opinion Leader, dan Community

Pada bagian ini, Dyah Ayu Arini menyerahkan tongkat estafet kepada Inezka Ramadhani. Selanjutnya, Inez menjelaskan bahwa dalam berkampanye butuh “orang ketiga”. Siapa saja orang ketiga tersebut? Mereka adalah influencer, key opinion leader (KOL), dan community. Mereka inilah yang perlu kamu ajak kolaborasi atau kerja sama, karena mereka dapat meningkatkan reach dan engagement kampanye kamu. Tapi, kamu harus mengenal mereka dulu. Sebab, tidak semua kampanye harus mengajak mereka, bisa komunitas saja, atau KOL dengan komunitas, tergantung kampanye yang dilaksanakan.

Agar peserta mudah memahami, Inez menampilkan 3 foto, yakni Rad Supersonic, Mira Lesmana, dan Iqbal Ramadhan. Menurut kamu mana yang komunitas, influencer, dan KOL?

Mira Lesmana itu KOL karena dia seorang filmmaker, berbeda dengan Iqbal Ramadhan. Dia seorang artis, karena dia mem-posting konten yang hanya dia sukai, berarti kamu bisa mengajaknya sebagai influencer untuk mensukseskan kampanyemu. Sedangkan, Rad Supersonic adalah kumpulan orang-orang pemain sepatu roda. Saat perencanaan kampanye, kamu bisa mencari komunitas yang sesuai di sosial media.

Udah begini saja yang harus kamu ketahui tentang influencer, KOL, dan community?

Tentu saja tidak. Tonton video rekaman pelatihan “Memahami Lanskap Media dan Pemasaran Influencer dan Community” yang telah digelar tanggal 22 Juni 2022, pada pagi yang menuntut “tujuan”.

Bagikan

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Penyedia Layanan

Pakar/ Narasumber

Jumlah Peserta

4 Orang

Dokumen terkait

Berkas-berkas kegiatan ini hanya tersedia untuk para Organisasi Masyarakat Sipil yang terdaftar sebagai mitra program Organizational Effectiveness dari the David and Lucile Packard Foundation.

Jika Anda adalah salah satu dari mitra tersebut namun mengalami kesulitan dalam mengakses berkas, silakan layangkan email ke coaching.dlpf@penabulu.id dan berikan penjelasan Anda. Terima kasih!

Masuk ke Akun Anda

[ultimatemember form_id="1821"]

(021) 78848321 / e-learning@penabulu.id

Adalah kerjasama antara Yayasan Penabulu dan The David & Lucile Packard Foundation
@2021. All Rights Reserved