(021) 78848321 / e-learning@penabulu.id

MENU

Pelatihan

Strategi Kelola Website dan e-Mail Resmi Lembaga

Narasumber pelatihan Online Presence for NGO, Sugeng Wibowo, 21 Maret 2022, mengajak setiap peserta untuk memperkenalkan diri kepada peserta lain. Peserta yang hadir cukup beragam, ada Koaksi Indonesia, Hutan Itu Indonesia, Photovoices International, GEMAPALA Fakfak, Planet Indonesia, dan banyak lagi.

Sebagai ICT Spesialis, Sugeng ibarat mengajak peserta berjalan-jalan di dunia maya yang tidak berbeda dengan dunia nyata—ada rute, alamat rumah, tempat berkumpul, dan lainnya yang dianalogikan, misalnya, lahan itu server, bangunan itu website, domain itu alamat rumah—agar peserta mudah memahami. Nah, setelah punya rumah, kita harus merawatnya dengan baik, maksudnya dikelola secara baik.

“Website yang tidak dikelola itu seperti rumah hantu,” ucap Sugeng Wibowo. Bagaimana mengelolanya agar muncul di mesin pencarian Google dan mengundang orang untuk berkunjung ke rumah kita?

Semua itu harus didukung infrastruktur, sumber daya manusia, kebijakan lembaga, dan termasuk faktor eksternal. Menurut Sugeng, organisasi harus mengubah pandangan yang diikuti dengan mempersiapkan hal-hal tersebut, bertransformasi. 

Sugeng berbagi langkah yang terdiri dari visibility, credibility, dan agility. Visibility, berarti eksis. Manfaatnya besar, loh, keberadaan website ini. Pengunjung akan melihat informasi penting tentang lembaga dan lainnya yang kredibel, mudah menghubungi kita sehingga membuka potensi kolaborasi, bahkan pendanaan program.  Yang dimaksud dengan kredibel atau  Credibility adalah konten website yang menampilkan profil komprehensif, berbagi informasi yang akuntabel, dan lainnya, untuk membuat pengunjung percaya, kembali dan kembali ke website kita. Maka, lembaga mesti Agility, harus lincah!. Rajin berbagi informasi terbaru, respon cepat, berjejaring, dan tentu, berinteraksi via website ataupun e-mail. Sugeng menekankan bahwa lembaga tidak bisa lagi menggunakan cara-cara lama. 

Selain itu, ia tidak lupa memberikan langkah-langkah Mendesain Tata Letak Halaman Utama Website. Yang perlu diperhatikan adalah identifikasi komponen di halaman utama website.  Terdiri dari konten unggulan, konten dinamis, konten penting, konten visual, dan konten strategis. Yang sebelum itu, kita harus menyiapkan logo dan tagline lembaga; pilihan bahasa; navigasi; dan visualisasi identitas.

Usai pemaparan, Sugeng mempersilakan peserta untuk berbagi pengalaman dan bertanya. Ternyata, hampir rata-rata telah memiliki website, tapi belum dikelola optimal. Ada pula yang SDM-nya merangkap mengelola website karena lembaga masih baru didirikan. Padahal, mengelola website itu perlu orang yang khusus, begitu pula dengan media sosial. Pastinya, lembaga harus membuat timeline pembangunan website dan editorial konten. 

Lembaga nirlaba saat ini sudah tak bisa lagi menghindari teknologi. Sudarwanto dari Program Lingkar Madani,kerap mengucapkan di setiap pelatihan, “Mari kita berproses bersama”. Jadi, tak usah malu, sungkan, apalagi malas untuk belajar demi masa depan yang lebih panjang. 

Cek terus kabar pelatihan terbaru kami di lingkarmadani.org atau e-mail kamu. Biar kita semua bisa memajukan program di era 5.0.

Bagikan

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Penyedia Layanan

Pakar/ Narasumber

Jumlah Peserta

20 Orang

Dokumen terkait

Berkas-berkas kegiatan ini hanya tersedia untuk para Organisasi Masyarakat Sipil yang terdaftar sebagai mitra program Organizational Effectiveness dari the David and Lucile Packard Foundation.

Jika Anda adalah salah satu dari mitra tersebut namun mengalami kesulitan dalam mengakses berkas, silakan layangkan email ke coaching.dlpf@penabulu.id dan berikan penjelasan Anda. Terima kasih!

Masuk ke Akun Anda

[ultimatemember form_id="1821"]

(021) 78848321 / e-learning@penabulu.id

Adalah kerjasama antara Yayasan Penabulu dan The David & Lucile Packard Foundation
@2021. All Rights Reserved