(021) 78848321 / e-learning@penabulu.id

MENU

Pelatihan

Workshop Menulis Laporan Efektif Sesi 1 “Kalimat Efektif dan Sunting Tulisan Laporan Efektif”

Kita sudah tidak asing lagi dengan laporan, tapi apakah laporan yang kita tulis mudah dipahami pembaca? Laporan efektif pun tidak hanya dilihat dari sisi pemahaman, tapi juga kalimat efektif yang digunakan dan pesan yang tersampaikan. Berlatar belakang hal tersebut, Program Lingkar Madani berkolaborasi dengan Tempo Institute menggelar Serial Laporan Efektif sebanyak 6 sesi. Pada sesi pertama, 22 Maret 2022, topik yang dibawakan oleh pengajar kita adalah kalimat efektif dan menyunting tulisan. 

Awal pelatihan, Uu Suhardi, Editor dan Koordinator Redaksi Bahasa di Tempo Media Grup, memberikan kuis tentang kata baku, mana yang baku dan tidak, dari 20 pasangan kata. Mas Uu  lebih memilih box chat sebagai tempat peserta menjawabnya. Kumpulan kata baku yang diberikan itu sering kali bikin kecoh bila kita tidak mengenalinya, contoh: antara akta dan akte; resiko dan risiko; atau penalti dan pinalti. Kata tidak baku itu bukan berarti salah dan tidak boleh digunakan, tapi biasanya dipakai sebagai bahasa pergaulan atau bentuk tidak formil. Biar tidak tersesat antara baku dan tidak baku, kita bisa cek di laman:  https://kbbi.kemdikbud.go.id/

Kemudian, Mas Uu menerangkan kalimat sempurna yang sekurang-kurangnya memiliki subjek (siapa) dan predikat (apa), yang bisa juga ditambahkan penjelasan (bagaimana dan mengapa). Contoh, kemarin saya pergi ke Gedung Tempo, Jakarta, menumpang mobil teman untuk mengikuti kelas menulis. Terlihat, kan, bagian subjek dan predikatnya? 

Kalimat efektif sendiri adalah kalimat yang singkat, padat, jelas, dan lengkap serta cermat. Singkat berarti hanya menggunakan unsur yang diperlukan; padat, tidak berisi penggulangan kata; jelas, strukturnya teratur; lengkap, mengandung semua unsur pembentuk kalimat; dan cermat, menggunakan tanda baca dan pilihan kata yang tepat serta tidak menyimpang dari kaidah. Selain mengacu pada teori, tulisan yang efektif juga dilahirkan dari latihan menulis yang terus-menerus. 

Kalimat efektif pun tidak lepas dari penggunaan tanda baca. Kesalahan yang biasanya terjadi, misalkan dalam kalimat: Tahun ini, Joko sudah melakukan perjalanan ke Sumba, Flores dan Lombok. Yang  benar adalah “Tahun ini, Joko sudah melakukan perjalanan ke Sumba, Flores, dan Lombok.” Lebih jauh soal tanda baca, huruf kapital, kata serapan, dan lainnya, bisa kunjungi laman https://puebi.js.org/

Tepat pukul dua belas, kegiatan dihentikan sementara untuk isoma, yang kemudian dilanjutkan pukul satu dengan  topik menyunting tulisan. Karena belajar menulis harus pratek, Mas Uu membagi beberapa kelompok untuk latihan menyunting. Tugas masing-masing kelompok langsung ditampilkan, loh biar peserta bisa belajar. Wah, seru banget pelatihan ini. Usai pelatihan bisa jadi editor, nih. Hehehe. Pastinya, setiap yang hadir pada pelatihan, mendapatkan materi yang diberikan via surel. Nyesel nggak ikutan?  Makanya, rajin cek surel dari kami, atau WAG Lingkar Madani.

Baca juga, Workshop Menulis Laporan Efektif Sesi 2-3 “Prinsip Laporan Efektif dan Ringkasan Eksekutif”

Bagikan

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Penyedia Layanan

Pakar/ Narasumber

Jumlah Peserta

31 Orang

Dokumen terkait

Berkas-berkas kegiatan ini hanya tersedia untuk para Organisasi Masyarakat Sipil yang terdaftar sebagai mitra program Organizational Effectiveness dari the David and Lucile Packard Foundation.

Jika Anda adalah salah satu dari mitra tersebut namun mengalami kesulitan dalam mengakses berkas, silakan layangkan email ke coaching.dlpf@penabulu.id dan berikan penjelasan Anda. Terima kasih!

Masuk ke Akun Anda

[ultimatemember form_id="1821"]

(021) 78848321 / e-learning@penabulu.id

Adalah kerjasama antara Yayasan Penabulu dan The David & Lucile Packard Foundation
@2021. All Rights Reserved